Turbulensi di Pasar Minyak dan Mata Uang: Apa yang Harus Diketahui
Harga minyak mentah WTI menurun menuju $81 per barel pada hari Rabu, mengalami penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut. Penurunan ini terjadi karena laporan industri menunjukkan peningkatan tajam dalam persediaan minyak mentah AS. Di samping itu, harapan akan perjanjian gencatan senjata di Timur Tengah juga turut membebani harga minyak. Data dari API menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik sebesar 4,906 juta barel pada pekan lalu, yang merupakan peningkatan terbesar sejak pertengahan Maret.
Di Selandia Baru, tingkat pengangguran naik menjadi 4,3% pada kuartal pertama, melebihi perkiraan dan mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Pada saat yang sama, lapangan kerja secara tak terduga mengalami penurunan sebesar 0,2%, menempatkan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) pada jalur yang tepat untuk memangkas suku bunga menjelang keputusan Federal Reserve AS. Sebagian investor memprediksi penurunan suku bunga RBNZ pada kuartal keempat, sementara yang lain menilai bahwa suku bunga resmi tidak akan berubah hingga tahun 2025.
Di sisi mata uang, USD didukung oleh harapan bahwa Federal Open Market Committee (FOMC) akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini dan menunda penurunan suku bunga hingga akhir musim panas atau musim gugur. Inflasi yang lebih tinggi, bersama dengan angka aktivitas dan lapangan kerja AS yang kuat, telah menyebabkan pergeseran ekspektasi pasar tentang waktu penurunan suku bunga pertama. Saat ini, pasar memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 3 bps pada bulan Juni, 20 bps pada bulan September, dan 36 bps pada bulan Desember.
Pada hari Selasa, penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi global memberikan tekanan pada harga logam mulia seperti emas dan perak, yang jatuh ke posisi terendah dalam 3 minggu. Selain itu, indeks biaya tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan dapat menghalangi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga, yang berdampak negatif terhadap logam mulia. Likuidasi dana juga menekan harga emas setelah posisi long di ETF emas turun ke level terendah dalam 4 tahun pada hari Senin.
Dengan demikian, perkembangan di pasar minyak, mata uang, dan logam mulia memperlihatkan adanya ketidakpastian yang perlu diwaspadai oleh para investor.
Komentar
Posting Komentar