PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), perusahaan perbankan milik Grup Djarum, terus mengalami aksi jual oleh beberapa pemegang saham jumbo, meskipun investor asing lainnya mulai menunjukkan tanda-tanda untuk memborong emiten tersebut. Sepekan terakhir, rapor hijau pergerakan harga saham BBCA diikuti oleh akumulasi net buy atau beli bersih sebesar Rp1,25 triliun oleh investor asing.
Namun, JPMorgan Chase & Co dan BlackRock Inc memiliki kebijakan berbeda dan terus memegang saham BBCA. Kepemilikan keduanya sangat penting, dengan JPMorgan memegang 1,56 persen saham BBCA atau setara 1,91 miliar lembar saham, sementara BlackRock memegang 1,44 persen saham BBCA atau setara 1,77 miliar lembar.
Meski demikian, JPMorgan dan BlackRock kembali melakukan aksi jual saham BBCA pada pekan kedua Februari 2023. JPMorgan baru saja melepas 36,62 juta lembar saham BBCA pada 7 Februari 2023, sementara BlackRock juga melepas 6,5 juta lembar.
Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, hal ini wajar dilakukan oleh investor asing karena mereka ingin mengambil keuntungan dari kenaikan harga saham-saham perbankan. Oleh karena itu, pemegang saham BBCA harus waspada dan terus memantau pergerakan harga saham untuk membuat keputusan yang tepat.
Secara keseluruhan, meskipun ada beberapa pemegang saham jumbo yang melakukan aksi jual, namun investor asing lainnya mulai menunjukkan tanda-tanda untuk memborong saham BBCA. Oleh karena itu, pemegang saham BBCA harus tetap berhati-hati dan mempertimbangkan keputusan mereka dengan baik.
Komentar
Posting Komentar