Pada hari Jumat, euro terus merosot dan diperdagangkan di bawah $1,08, mencatat penurunan sekitar 2,3% sepanjang kuartal pertama. Spekulasi mengenai penurunan suku bunga oleh ECB menjadi pemicu utama di balik pelemahan mata uang ini. Banyak pedagang memperkirakan penurunan biaya pinjaman yang lebih rendah, khususnya menjelang bulan Juni.
Pejabat ECB meyakini bahwa tren inflasi akan kembali ke target 2% pada pertengahan tahun 2025. Hal ini didorong terutama oleh perlambatan pertumbuhan upah, yang menjadi dasar kuat bagi kebijakan penurunan suku bunga. Di sisi lain, data inflasi Perancis turun menjadi 2,3% pada bulan Maret, sementara Spanyol dan Italia mengalami kenaikan masing-masing menjadi 3,2% dan 1,3%.
Harga minyak mentah WTI naik menjadi sekitar $83,5 per barel pada hari Senin, mencapai level tertinggi dalam lima bulan. Investor menantikan hasil pertemuan tingkat menteri gabungan OPEC+, yang diharapkan akan mempertimbangkan fundamental pasar dan kepatuhan OPEC terhadap target produksi, yang dapat mempengaruhi harga minyak secara keseluruhan.
Di Indonesia, tingkat inflasi tahunan meningkat menjadi 3,05% pada bulan Maret 2024 dari 2,75% pada bulan Februari. Angka ini melampaui ekspektasi sebesar 2,91% dan berada di atas kisaran target BI sebesar 1,5 hingga 3,5%. Faktor peningkatan harga pangan, terutama menjelang puasa Ramadhan dan Idul Fitri, menjadi kontributor terbesar dalam kenaikan ini.
Komentar
Posting Komentar